HOME AUTHOR WORK NOVEL CERPEN FOLLOW+
  • Title

    Description

  • Title

    Description

  • Title

    Description

  • Title

    Description

Dream Come True


OWNER
For Your Information

saya hanyalah gadis bisa. gadis yang memiliki banyak keinginan dan penuh rasa keingin tahuan seperti para gadis umum lainnya. saya mencintai dunia animasi dan menulis cerita. saya berharap, tulisan saya bisa membawa kesenangan dan inspirasi banyak orang. karena itulah saya berkarya :D

Contact Me
Social



Chatting
lets chat!



History
Blog Archive

Credit
The Credit

© 29 JUNE 2014 - Wardah Hasanah
Namaku... (sebuah cerpen)
Selasa, 24 Juni 2014 | 1 Comments



catatan kecilku: sudah lama karya ini saya buat. tapi belum pernah saya publikasikan. novel remaja ABG yang ringan dan sederhana. di buat saat masa-masa saya lagi galau-galaunya... hehe. buat temen-temen yang membacanya, saya minta komentarnya ya. supaya saya bisa semakin baik dalam menulis! :D

Tiara. Sapaan gadis bertubuh mungil yang kini tengah asik memandang langit malam Yogyakarta di beranda lantai 2 kamarnya. Langit begitu mendung. Membuat bintang-bintang itu tidak terlihat… terselubung awan gelap. Namun ada satu bintang yang berusaha menerangi malam ini seorang diri. Tiara mendesah lemah. Senyumnya mengembang namun begitu getir.
                “bintang itu sama denganku…” gumamnya. Dibawah sana, Tiara melihat beberapa anak gadis seusianya tengah asik berkumpul, bermain dan bercanda bersama di rumah tetangga sebelahnya. Dan beberapa menit kemudian datanglah lagi temannya yang lain. Makin lama makin memenuhi teras rumah gadis itu. riuh tawa renyah, obrolan dan senyum lebar terpancar dari wajah-wajah mereka.
                Semakin dilihat, semakin nelangsa. Ditatapnya bintang kecil yang bersinar seorang diri malam itu sekali lagi.
“akankah ada sebuah keajaiban untuk kita?” ratapnya. Pandangannya jatuh pada bayangan di balkon rumah seberang. Tertutup tirai memang, namun Tiara bisa melihat postur orang dari siuet yang diciptakan oleh lampu kamar itu. Setelah itu, sosok itu membuka tirai dan keluar dari balkon kamarnya. Cowok? Cowok itu menenteng sebuah gitar di tangannya. Dia duduk di sudut balkon dan bersiap untuk memainkan gitarnya. Tiara buru-buru masuk kedalam kamar, mengunci jendela balkon dan menutup tirainya rapat-rapat.
                “siapa orang itu…?” Tanya Tiara dalam hati.
                Lucky I’m in love with my best friend… Tiara tertegun. Lirik itu… bukankah itu lirik lagunya Jason Mraz? Sejenak Tiara terdiam sambil mendengarkan suara merdu yang mengalun lembut dari luar kamarnya itu. permainan gitarnya juga terdengar hebat. Dihantui rasa penasaran, Tiara mencoba untuk mengintip di balik tirai. Memang dia yang sedang menyanyikan lagu berjudul ‘Lucky’ itu. Cowok itu juga memiliki senyum memikat yang kini sedang ditunjukannya.
Perasaan apa ini?
Tiara menutup tirai dan kembali ke perbaringan. Ditariknya bed cover hingga menutupi kepala. Dan malam itu, suara cowok  itu menjadi pengiring tidur Tiara…
***
                Sore itu, Tiara mematung di depan cermin kamarnya. Memperhatikan wajah dan tatanan rambutnya. Rapi… senyum manis merekah di wajahnya. Dia meraih novel dan berjalan santai keluar balkon kamar. Tiara mengeluh. Pasalnya, cowok itu tidak ada disana. Dengan perasaan kecewa yang masih melekat, Tiara coba membuka novelnya dan mulai membaca. Dia duduk di bangku tepi balkon.
                “awas jatoh…” Hampir saja Tiara dibuat benar-benar terjatuh oleh teguran tidak terduga yang diarahkan padanya itu. Dia datang! Jerit Tiara kegirangan dalam hati sambil berusaha tersenyum canggung pada cowok di balkon seberang.
“lo lagi ngapain?” Tanya cowok itu penasaran. Tiara menunjukan novelnya.
                “aku… mau… baca buku…” kata Tiara terbata-bata dan suaranya pelaaan banget. Mengerti maksud Tiara, cowok itu mengangguk paham lalu tertawa kecil.
                “oya, nama gue Andika. Keponakannya bu Hilda. Gue liburan seminggu di sini. nama lo siapa?” cowok itu memandang Tiara dengan mata bulatnya. Bukannya segera menjawab, Tiara malah terdiam.
                “aku… Na,namaku…” Tiara tergagap. Cowok di hadapannya masih menanti jawaban dengan wajah antusias.
                “siapa…? kencengan dikit dong! Enggak kedengeran nih!!”
                “kamu lagi ngapain Tir?” Tiara tertegun. Mama tengah berdiri di daun pintu memperhatikan tingkah putri semata wayangnya itu. buru-buru Tiara masuk kembali kedalam kamar dan menutup pintu balkon.
                “kamu dari tadi mama panggil. Mama kira kamu kenapa napa. Kamu lagi ngapain tadi?” mama kembali mengulang pertanyaannya.
                “baca buku ma… di balkon” tutur Tiara berusaha menutupi kegugupannya.
                “dari pada nganggur, Mending bantu mama masak” Tiara hanya mengiyakan dan mama pergi setelahnya. Tiara terdiam dan menatap kelu kearah balkon yang tertutup. Menyesali sifat malunya dan tidak segera memperkenalkan dirinya. Yeah, setidaknya, Tiara tahu nama cowok bersuara indah itu. Andika…
***
                “hei! Aku Tiara… moga kita bisa jadi temen baik…” Tiara mengeluarkan kedipan mautnya. Sudah 10 menit dia berlagak konyol di depan cermin kamarnya. Kayaknya terlalu kaku…
                “aku Tiara… nice to meet you!” Tiara memasang senyum termanisnya. Kok senyumku aneh ya…?            “namaku Tiara. Kamu pintar main gitar ya? Aku pernah denger loh…” Tiara berusaha ceriwis. Centil banget gayaku!
                Ternyata memperkenalkan diri itu enggak gampang! Dilihatnya pintu balkon yang terbuka. Sosok yang dicarinya tidak kunjung muncul di balkon seberang. Tiara berjalan kearah balkon kamarnya. Dia mendongak dan menatap lesu kearah langit kelam sang malam. Lagi-lagi langit begitu sepi dan mencekam…
                “gak ada bintang ya…?” celetuk sebuah suara dan membuatnya terpana sesaat. Dia juga sedang memperhatikan langit seperti dirinya. Seperti hantu saja. Selalu muncul tiba-tiba. Tiara terkekeh dalam hati. Oh ya, ini saatnya memperkenalkan diri! “ah… aku…”
                “oya, mau denger gue main gitar?” Potong Andika lalu menunjukan gitarnya pada Tiara. “lo bisa kan jadi komentator gue?” sejenak Tiara diam dan termangu.
“…oh…ya…” Tiara akhirnya menyetujui. Duh… jadi susah gini buat kenalan doang!
“oke… eum… lo mau gue mainin lagu apa?” Tanya Andika. Dia memasang ancang-ancang untuk segera memainkan gitarnya. Tiara melongo bingung.
                “request…” Andika menunjukan senyum manisnya.
                “eum… itu… kamu tahu, a whole new world…?” ucap Tiara ragu-ragu.
                “oh… ya. Sebentar, gue coba deh…” Andika menarik nafas panjang dan mulai memetik gitarnya. Tidak butuh waktu yang lama bagi Andika untuk menyesapi permainan gitarnya lalu dia larut dalam melodi. Matanya terpejam dan bibirnya mengumum senyum.
                “nyanyi dong” pinta Andika tiba-tiba.
                “aku… enggak pinter nyanyi” tolak Tiara halus. Namun Andika terlihat tidak peduli.
                “dasar tukang paksa…” Andika malah tertawa mendengar cemoohan Tiara. Namun tidak disangka-sangka, Tiara mau juga bernyanyi…
                A whole new world…
                A new fantastic point of view…
                No one to tell last no
                Or where to go
                Or say were only dreaming…
               
                “gimana?” Tanya Andika setelah menyudahi permainan gitarnya.
                “bagus…” ucap Tiara setelah beberapa detik berdiam diri untuk berfikir.
                “suara lo juga bagus…” timpal Andika tiba-tiba dan membuat pipi Tiara merona tiba-tiba. Andika terkekeh. Anak ini lucu…
                “eum, kali ini lagu ‘What Makes You Beautiful’nya One Direction ya…” pinta Tiara setelah berjuang melawan rasa canggungnya dan disetujui dengan senyum tulus Andika.
                Malam semakin larut. Mereka berdua menghabiskan waktu dengan menyanyikan beberapa lagu bersama. Disaksikan satu bintang yang meningintip malam itu. Membuat Tiara lupa akan niatnya untuk memperkenalkan dirinya sampai kantuk menyerang…
***
“besok gue mau balik ke Jakarta” kata-kata Andika membuat lemas sekujur tubuh Tiara. Tiara tahu, hal ini pastilah akan terjadi. Seminggu tidaklah cukup membuatnya puas berteman dengan Andika. Meski ada jarak antara balkon kamar mereka, Tiara bisa mengenal sosok Andika. Lewat caranya tersenyum, memainkan gitarnya, bernyanyi dan caranya mengajak bicara tiap malam diatas balkon kamar… tidak bisakah dirinya mengenal Andika lebih banyak?
“baguslah…” Kelu… Kecewa dengan sepatah kalimat yang baru saja meluncur dari mulutnya. Katakan sesuatu Tiara! Teriak Tiara dalam hati.
“Jangan kangen sama gue ya. Hahaha” guyonan Andika tidak mampu membuat Tiara tersenyum.
“terus, kapan kamu ke sini lagi?”
“enggak tau deh…” Tiara terenyuh. Bukan itu yang ingin didengarnya.
“mau denger gue main gitar? The last song for you…” tawar Andika. Dia menarik gitarnya ke pangkuannya. Tiara tersenyum masam lalu menggeleng lemah.
“aku ngantuk…” ucapnya dan berlalu meninggalkan Andika yang mematung dengan gitarnya seorang diri. Ditutupnya tirai kamar rapat-rapat, mematikan lampu dan segera naik keatas ranjang. Sayup-sayup Lagu ‘safe and sound’ nya Taylor Swift mengalun dari luar sana… Tiara memejamkan matanya pelan-pelan. Dan perlahan air mata itu jatuh…
Aku bahkan belum memberitahukan namaku…
***
                Tiara menatap sedih kearah balkon kamar rumah seberang yang tirainya tertutup rapat sejak pagi tadi. Mungkin dia sudah pulang … batin Tiara.
                “titip salam buat mama papa ya” suara wanita paruh baya menyadarkan lamunanya. Betapa terkejutnya Tiara saat melihat Andika di teras rumah bu Hilda. Dia menarik kopernya dan mengecup punggung tangan tantenya itu.
                “Andika!!” teriak Tiara dari balkonnya tiba-tiba. Dan tentu saja orang yang dipanggilnya langsung menoleh dan terkejut menatap Tiara. Kaki Tiara segera bergerak dan melangkah keluar kamar, menuruni anak tangga dan tiba diluar rumahnya dalam beberapa menit. Nafasnya memburu begitu tiba dihadapan Andika. Dirinya pun merasa takjub dan tidak percaya akan tindakannya itu.
                “kenapa?” Andika menatap Tiara kebingungan dan dibalasnya dengan senyum.
 Aku akan menyesal jika tidak melakukannya… dan aku tahu, ini akan menjadi langkah awalku dan langkah berikutnya untuk bisa lebih mengenalmu… aku sangat berterimakasih pada tuhan dan sang malam yang selalu mempertemukan aku dengannya… dihadapannya, Andika masih menanti penjelasan Tiara.
                “aku... namaku Tiara…”

Label:

Blogger Unknown mengatakan...

Test

 

Posting Komentar